terbangun ditengah malam buta, saat semua orang terbuai mimpi dan hanya aku yang terjaga.. memaksa aku untuk terus berada dalam batas sadarku sebelum kembali terlena dalam mimpi yang tak pernah jadi nyata.. aku tergoda, mencoba berlari dan membangunkan fajar agar lekas pagi.. namun aku justru terhanyut dalam lenggangnya keberadaan dunia maya.. yang kuakui memeng membuatku merasa lebih nyata.. justru lebih nyata dibanding kehidupan dunia nyataku.. tangan tak mampu berhenti menulis meski tubuh menggigil karena hawa malam yang dingin.. sudahlah aku tak perduli.. yang menemain aku memang hanya sunyi dan sang nocturno.. siapa mereka, mungkin kamu bertanya.. aku hanya bisa memberi jawaban singkat.. mereka adalah sahabatmu, bila kamu memiliki hidup seperti aku.. namun aku tau kmu tetap tak tau siapa mereka.. karena jangankan membayangkan memiliki hidup seperti aku.. melihat sedikit tentang hidupku pun mereka enggan.. beribu alasan pernah disampaikan bahkan oleh ibu yang melahirkanku.. untuk apa pula aku perduli.. toh aku mencintai ayah yang aku kenal seumur hidupku.. karena yang aku tau dia itu ayahku.. dan sampai kapan pun tetap tak akan pernah berubah.. meskipun mereka menggelengkan kepala atas pendapatku aku juga tak mau tau.. toh mereka duluan yang tidak menghiraukanku.. seandainya aku punya wujud nyata seorang malaikat.. mungkina ku sudah terbang ke tempat lain.. menjelajahi waktu lewat udara.. mencari fajar ditempat lain yang lebih indah.. tapi syapa bilang maialkat itu ada.. dimana mereka pun tak jelas rimbanya.. alah, aku ini bicara apa.. mungkin aku sudah gila.. tapi sudah lah aku pergi tidur lagi saja.. selamat malam nocturno.. selamat tidur sunyi.. sampai jumpa besok malam..