11:27 pm.. jam yang terpampang jelas di bawah kanan laptopku bahkan tak mampu menggerakkanku menuju tempat tidur meski aku tau besok banyak pekerjaan yang menunggu. aku lelah, tentu saja. namun siapa yang mampu tidur saat hati gundah? bahkan aku tak lagi tergiur dengan panggilan alam bernama kantuk.
hati yang sakit tak mampu terobati dengan tidur. pikiran penuh tak bisa dikosongkan dengan tidur. hanya lelah yang mampu diusir oleh tidur. tapi meskipun aku lelah, aku lebih memilih untuk menunggu tidur menyergapku dan memaksaku terbuai olehnya, dari pada aku harus terus berpikir diatas tempat tidur sambil mengasihani diri sendiri, sambil mendengarkan melodi sendu hati yang perih.
mungkin aku tak mengerti cinta. mungkin aku tak perduli kasih. namun sebagai manusia aku masih membutuhkannya. nikmat mabuk karena cinta dan hantaran bahagia bernama kasih tetap aku rindukan. meski tak ku akui namun relung hatiku sebenarnya menjerit. memohon cinta, mengiba kasih dari mahluk yang bernama laki-laki.
air mata mengalir, tak mampu ku hentikan, karena aku sebenarnya tak ingin membiarkannya keluar. aku wanita tegar, itu yang selalu aku coba tunjukan, dan semua orang yang mengenalku mengakui itu menghormatiku karena menjadi begitu tegar menghadapi belantara masalah yang selalu kuhadapi. namun banyak dari mereka tak mengerti bahwa wanita tegar juga kadang menangis. dan wanita tegar yang satu ini sangat membutuhkan pelukan saat menangis. namun sayang, tak ada siapa pun disini. karana mereka yang kuharapkan bahkan tak ada saat kubutuhkan.
manusia punya kehidupannya sendiri, kinanti. saya tau itu, tentu saja. tapi mana wujud nyata dari kata-kata mereka yang bilang akan ada saatku butuhkan. mereka entah dimana, entah bersama siapa, dan sedang melakukan apa. mungkin sedang melakukan hal yang benar atau mungkin saja sedang berusaha menyakitiku secara tidak langsung dengan kenikmatan yang mereka dapatkan sesaat saja, karena nantinya pun mereka tetap harus kembali padaku..
aaahhh.. bahkan hari berganti pun tak memperdulikan aku yang terhanyut dengan perasaanku sendiri. terbuai dengan kata yang kurangkain ini. yang nantinya hanya akan menjadi pertanyaan dari orang lain yang pastinya berbunyi ‘elo kenapa, kit?’.. huff, dan jawabanku pasti juga berbunyi ‘biasa deh, stress.’ namun yang sebenarnya terjadi adalah..
aku merindukan kamu, menginginkan kamu disini bersamaku, memelukku, menghangatkanku, meyakinkanku bahwa semuanya baik-baik saja.