beberapa ahli mengatakan bahwa orang-orang yg ditinggalkan orang tua mereka cenderung ingin berada dalam posisi pengemudi dalam hubungan yang mereka lakukan nantinya, agar mereka merasa yakin bahwa hubungan itu adalah sesuatu yang mampu ia kontrol. [dari sebuah sumber]
well, gue sebagai salah satu dari korban perceraian orang tua kayanya setuju sama para ahli itu. gue emang seorang ditaktor, pemimpin, kritikus, perencana, dan punya ego yang tinggi. sangat gue akui bahwa dalam semua relationship gue, gue marasa wajib jadi orang yang pegang kendali, dengan cara itu gue bisa memastikan klo gue akan baik-baik aj.
karena itu cuma sedikit dari laki-laki yang bisa ngedeketin gue, apa lagi jadi pacar gue [tapi sebenernya 13 bukan jumlah yang sedikit juga sy] dan mereka bisa dibilang orang yang nekat. gimana enggak ya, setiap orang yang kenal gue awalnya akan menemukan gue yang judes bahkan cenderung gak perduli samam keadaan disekitar gue, sedikit deket sama gue lo bakal menemukan gue yang suka mengkritik, semakin deket lo akan menemukan gue yang egois, lalu pacaran sm gue lo pasti akan menemukan gue menjadi seorang yang berusaha mengontrol semuanya sesuai sama yang gue inginkan, gak ada satu pun yang boleh keluar dari jalur yang gue tentuin, atau lo akan out dari list gue. satu lagi yang meyakinkan gue sebagai orang yang sempurna egoismenya adalah gue gak pernah boleh salah, peraturan itu cuma berlaku bagi partner gue, sama sekali gak berlaku bagi gue.
sebagian dari kalian pasti bakal mikir ‘gak banget sy nih orang’,atau kalo lo cukup mengenal gue komentar lo akan berbunyi ‘kitty banget ny’, tapi mungkin lo perlu tau juga bahwa gak sedikit yang merasa gue merupakan tantangan untuk ditaklukan. gak tau dh tuh orang sableng atau geblek, tapi gue pernah mendengar beberapa pengakuan yang berbunyi kaya gitu.
yang pada akhirnya gue temukan setelah berkaca dan mencermati diri gue adalah gue perlu partner yang mampu mengimbangi gue. orang yang cukup baik untuk mengerti keadaan hati gue yang sering berubah-ubah, orang yang cukup sabar buat menghadapi gue, orang yang cukup waras buat bersama gue 24/7, orang yang mampu memanjakan gue disaat tertentu, independent saat gue gak mau diganggu, melawan gue saat gue mulai keras kepala, dan mengontrol gue saat udh kelawat batas. selain itu ada hal penting untuk melengkapi semua itu, orang itu harus punya kekuatan yang mampu menyamai gue, dan punya kemampuan untuk mengontrol gue pada saat ‘kegilaan’ gue muncul.
gue yakin deh lo gak akan menemukan orang lain yang membuka dirinya lebih dari yang gue lakukan disini, tapi banyak orang menganggap gue misterius, bahkan sangat tertutup. mungkin that’s why pernah ada satu orang yang bilang sama gue ‘kayanya lo punya kepribadian ganda deh, kit.’ gue gak pernah tau, dan gak cukup tertarik buat mengetahiunya. kalo emang itu bener ya udh, klo salah ya gue gak perduli juga sy.