Kitty’s Weblog

live story from ordinary girl with extraordinary live

peri Kamis, 2 Oktober 2008

Filed under: story — kinantikitty @ 2:55 pm
Tags: ,

aku seorang peri dari sebuah negri yang makmur dan sangat indah. peri yang cantik kata mereka yang melihat rupaku dulu, namun sekarang aku berubah. peri yang penuh semangat kata mereka yang mengenalku dulu, namun sekarang aku berubah. peri yang ceria kata mereka yang berteman denganku dulu, namun sekarang aku berubah. peri yang kuat kata mereka yang memujaku dulu, namun sekarang aku berubah. peri yang tak bisa diam kata mereka yang menemaniku dulu, namun sekarang aku berubah. peri yang keras kepala kata mereka yang melewati hari denganku dulu, namun ini tak pernah berubah. peri yang menyebalkan kata mereka yang membenciku dulu, yang satu ini pun tak pernah berubah.

peri yang cantik, penuh semangat, ceria, kuat, tak bisa diam ini berubah seraya dengan negrinya yang berubah. tak lagi secantik dulu, tak lagi sepenuh semangat dulu, tak lagi seceria dulu, tak lagi sekuat dulu, tak lagi setak bisa diam dulu. mereka yang ada hampir tak lagi mengenal dirinya kini yang telah berubah. bahkan mereka yang pernah begitu dekat dan mengenalnya.

peri ini kini begitu rapuh dengan sayapnya yang tak mampu lagi membuatnya terbang. peri ini kini sedih dengan negrinya yang dipaksa berubah. peri ini kini perlahan hancur dengan ketidakmampuannya menjadi dirinya yang dulu. namun jauh didalam sana, didalam dirinya, masih ada sebuah mimpi yang tak kunjung dia ungkapkan dalam tiap doanya, bahkan berusaha dia tutupi dari sekitarnya, bahkan tak dia izinkan muncul dalam tidurnya. dan mimpi itu berbunyi..

seandainya aku mampu menjadi diriku yang dulu kutinggalkan demi diriku kini, mungkin aku tak akan menyesal seperti saat ini.

rupa yang tak lagi cantik itu, sayap yang tak mampu membawa terbang itu, semangat yang telah memudar itu, dan kekuatan yang tlah hilang itu mungkin tak kan pernah kembali. dan peri itu hanya akan mampu menyesali dan menutupi semua mimpinya, demi hidupnya kini yang memaksanya tetap disana.

 

Tinggalkan komentar

 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai